Jumat, 05 Desember 2014


Apa yang ayah dan bunda lihat pada gambar di atas, seorang anak di bawah umur sedang merokok, bagai mana perasaan ayah dan bunda jika itu terjadi pada anak-anak kita? pasti kebanyakan orang akan merasa miris dan juga tentunya bersedih bila itu terjadi pada anak-anak kita.
Ironis nya, di beberapa daerah hal itu menjadi sesuatu yang wajar dan juga sudah mejadi pemandangan yang umum. sungguh sangat menyedihkan ya.. berikut ini sebuah fideo dokumenter tentang "fenomena rokok di indonesia" semoga bisa memberi ayah dan bunda info yang bermanfaat.




Indonesia sebagai negara yang masih berkembang menjadi sasaran empuk para produsen rokok luar, termasuk dari negara asal para cowboy dengan rokok marlboro nya. Faktanya, di negara itu pun rokok mulai di tekan peredarannya, dengan berbagai macam cara seperti membatasi produksinya, menaikkan harga sebungkus rokok hingga batas yang tidak wajar bagi perokok, membuat larangan merokok di berbagai tempat umum dan memberi ruang khusus bagi perokok serta memberi sanksi yang tegas bila terjadi pelanggaran, tidak memberi atau menjual rokok kepada anak dibawah umur, dan menghilangkan iklan-iklan rokok di jalan serta pada beberapa tayangan televisi di jam-jam tertentu.


Bagaimana di negara kita ? ayah dan bunda bisa menilai sendiri. Oleh karena itu dengan adanya sosialisasi perda nomor 3 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok, diharapkan masyarakat mulai di edukasi untuk mengurangi dan menghentikan konsumsi rokok, karena dampak negatif nya yang sangat beragam dan tentunya yang paling parah adalah kerusakan pada generasi penerus kita kelak.


Memang dampak dari perda tersebut belum bisa langsung dirasakan, karena banyak faktor atau pihak yang masih belum bisa menerima kondisi seperti ini. Tetapi, mari kita mulai kesadaran kita sebagai pendidik generasi masa depan agar mulai konsekuen dan tegas untuk menyatakan "katakan tidak pada rokok" dan menjauhkan anak-anak kita dari pengaruh rokok.

Semoga ini artikel ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua, dan juga bisa membuka wawasan kita akan bahaya rokok.

0 comments:

Poskan Komentar