Senin, 27 April 2015

Penyakit Diare yang terjadi pada anak dan balita merupakan gangguan kesehatan dan pencernaan yang sering terjadi. Menurut teori klasik, diare yang terjadi pada anak dan balita disebabkan oleh meningkatnya peristaltik pada usus, sehingga pelintasan chymus sangat mempercepat dan masih mengandung banyak air pada saat meninggalkan tubuh sebagai tinja.
Pada diare yang hebat sering kali disertai dengan muntah-muntah, tubuh menjadi kehilangan banyak cairan dan garam-garamnya, terutama natrium dan kalium. Hal ini mengakibatkan tubuh menjadi dehidrasi (kekeringan) dan lemas.



Tips yang dapat bunda lakukan ketika anak terkena diare :
  • Teruslah untuk memberikan ASI, susu formula, dan makanan padat pada anak
  • Segera berikan oralit atau larutan gula dan garam yang berfungsi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
  • Jangan berikan obat antidiare pada anak karena justru akan menghambat kuman yang akan keluar dari dalam tubuh.
  • Memberikan sari kunyit dengan campuran air dan gula agar anak suka dengan rasanya
  • Berikan makanan seperti biasa ketika si kecil sehat. Namun ada baiknya anda mengurangi sedikit porsi makannya dan berikan dengan waktu yang lebih sering. Sebaiknya hindari makanan yang mengandung banyak serat seperti sayur dan buah.
  • Berikan makanan yang mengandung pectin (apel, kentang, pisang, apricot dan wortel) yang akan membantu dalam menyerap air dalam tubuh anak anda. 
  • Berikan makanan yang mudah dicerna seperti bubur atau nasi tim.
  • Berikan jus dari buah-buahan yang bersifat netral untuk mengganti cairan yang hilang dari dalam tubuh si kecil akibat diare.
  • Kenali dan waspadai tanda-tanda dehidrasi ketika diare pada anak menyerang. Tanda tersebut antara lain seperti mata yang cekung, mulut yang kering, merasakan haus, dan kencing berkurang.
  • Segera bawa buah hati ke dokter bila diare berlangsung lebih dari 2 hari, beberapa kali mengeluarkan tinja cair dalam 1 jam, sering muntah-muntah, demam lebih dari 39 derajat celcius, anak terlihat lemas dan sering mengantuk atau tidak merespon.




0 comments:

Poskan Komentar